[ID-MUSALI] 176/FK/19/YPAH/2005
- Signatur
-
- 176/FK/19/YPAH/2005
- Einrichtung
- ↳ Titel wie in Handschrift
-
- Bidaya al-Mubtadi bi Fadli Allah al-Muhdi
- Thematik
- Region
- Inhalt
-
- Secara keseluruhan, teks ini berisi pembahasan ilmu fikih. Akan tetapi, penulis mempersyaratkan
bahwa hal pertama yang perlu diketahui sebelum belajar ilmu fikih adalah pengetahuan
tentang dasar-dasar agama yang mencakup iman, islam, tauhid, dan makrifat. Jika dasar-dasar
keimanan ini sudah diketahui, maka seseorang itu sudah bisa disebut sebagai mubtadi’n
(pemula dalam beragama Islam), dan bisa melanjutkan untuk mempelajari agama tahap
berikutnya. Penulis mengatakan: “... syahdan apabila sudahlah diketahui segala mukallaf
akan Islam dan iman dan tauhid dan makrifat seperti yang telah tersebut itu dan dipersifat
lah akan keempatnya, maka ialah bernama mubtadi’in, artinya orang beragama Islam...”.
Pada bagian berikutnya, barulah penulis mengemukakan pembahasan tentang shalat beserta hal-hal yang berkaitan dengannya, yang disusun menjadi sembilan fasal. Salah satu pembahasan yang dikemukakan adalah soal dibolehkannya meninggalkan shalat Jumat bagi mereka yang memang tidak terkena kewajiban, seperti orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir), dan menggantinya dengan shalat Zuhur saja. Dalam hal ini penulis mengatakan: “... bermula barangsiapa sah zuhurnya daripada mereka yang tiada wajib Jumat, sahlah Jumatnya, maka hendaklah dipilihnya antara mengerjakan sembahyang Jumat dan sembahyang zuhur, tetapi mengerjakan Jumat terafdhal baginya...”.
Pembahasan berbagai ajaran fikih dalam teks ini disertai juga dengan doa-doa yang dianjurkan dibaca, seperti doa ketika bersuci dan lain-lain. Dijelaskan bahwa salah satu alasan ditulisnya teks ini adalah karena pada saat itu upaya penerjemahan kitab-kitab berbahasa Arab sedang menjadi tradisi di kalangan... segala ulama yang besar-besar dan segala fakih yang mulya... Atas dasar pertimbangan itulah maka ... kutaklifkan dan kujawikan akan risalah ini daripada segala kitab Arabi yang fasahat kepada bahasa Jawi yang baik-baik...
- Secara keseluruhan, teks ini berisi pembahasan ilmu fikih. Akan tetapi, penulis mempersyaratkan
bahwa hal pertama yang perlu diketahui sebelum belajar ilmu fikih adalah pengetahuan
tentang dasar-dasar agama yang mencakup iman, islam, tauhid, dan makrifat. Jika dasar-dasar
keimanan ini sudah diketahui, maka seseorang itu sudah bisa disebut sebagai mubtadi’n
(pemula dalam beragama Islam), dan bisa melanjutkan untuk mempelajari agama tahap
berikutnya. Penulis mengatakan: “... syahdan apabila sudahlah diketahui segala mukallaf
akan Islam dan iman dan tauhid dan makrifat seperti yang telah tersebut itu dan dipersifat
lah akan keempatnya, maka ialah bernama mubtadi’in, artinya orang beragama Islam...”.
- Vollständigkeit
- Sprache
- Typ
- Anzahl der Bände
-
- 1
- Einband
-
- karton oranye
- jilidan baru dengan hard cover
- ↳ Material
- ↳ Farbe
- ↳ Zustand
-
- secara umum baik, namun pada beberapa halaman aksara tidak bisa dibaca karena kertas dimakan tinta
- Blattzahl
-
- 486
- Blattformat
-
- 15.5 x 21.5 cm
- Zeilenzahl
-
- 19
- Kustoden
- ↳ Duktus
- ↳ Tinte
- Einrichtung
- Projekt
- Signatur
-
- 176/FK/19/YPAH/2005
- Bearbeiter:in
-
- Oman Fathurahman/Mursyid
- Bearbeitungsstatus
-
- Ersteingabe komplett
- Statische URL
- https://www.qalamos.net/receive/ID11Book_manuscript_00000200
- MyCoRe ID
- ID11Book_manuscript_00000200 (XML-Ansicht)
- Export des Objektes
- Lizenz Metadaten
- CC0 1.0
- Anmerkungen zu diesem Datensatz senden
