[ID-PPA] St.39
- Signatur
-
- St.39
- Titel
-
- Lokapala
- Einrichtung
- Katalog
-
- St.39
- ↳ Titel wie in Handschrift
-
- Lokapala (h. 2)
- ↳ wie in Referenz
-
- Lokapala
- Thematik
- Region
- Inhalt
-
- Teks berbentuk puisi: macapat
Teks diawali dengan peristiwa kelahiran Rahwana, Kumbakarna, dan Sarpakenaka, sebagai akibat kegagalan Prabu Wisrawa menjelaskan makna “sastrajendra hayuningrat pangruwating diyu” kepada Dewi Sukesi. Teks dilanjutkan dengan kisah penyerangan Rawana dan balatentaranya ke Kerajaan Lokapala yang pada waktu itu dipimpin oleh kakak tirinya, Prabu Danaraja. Peperangan dimenangkan oleh Rawana. Selanjutnya teks berkisah tentang peristiwa peminangan Dewi Citrawati dari Kerajaan Magada oleh Prabu Arjunasasrabahu dari kerajaan Maospati melalui utusannya yaitu Patih Sumantri dan peristiwa penyerbuan Rawana karena ingin merebut Dewi Citrawati—permaisuri Prabu Arjunasasrabahu—titisan Dewi Sri Widawati. Dalam peristiwa tersebut, Sumantri gugur, tetapi Rawana berhasil dikalahkan oleh Prabu Arjunasasrabahu. Selain itu, diceritakan pula pembunuhan Begawan Rawatmeja oleh Rawana untuk mendapatkan istrinya, Dewi Sukaslya yang juga merupakan titisan Dewi Sri Widawati. Teks dilanjutkan dengan cerita tentang sayembara yang diadakan di Kerajaan Mantili yang dipimpin oleh Raja Janaka. Dalam sayembara tersebut, Rama dari Ayodya berhasil merentangkan busur sekaligus melepaskan anak panahnya yangmeluncur deras mengenai tujuh buah pohon tar. Oleh karena itu Sri Rama berhasil memenangkan sayembara tersebut, ia dinikahkan dengan Dewi Sinta.
Cerita berikutnya adalah cerita tentang permintaan Rama Bargawa agar ia dibunuh oleh Sri Rama guna mendapatkan nirwana, peristiwa penagihan janji Dewi Kekayi kepada Prabu Dasarata agar anaknya yaitu Bharata diangkat menjadi raja Ayogya (Ayodya), kisah pengembaraan Rama, Sinta, dan lesmana di hutan Dhandhaka. Selanjutnya teks berkisah tentang penculikan Dewi Sinta oleh Rawanadi hutan Dhandhaka, pembunuhan Subali oleh Sri Rama, penugasan Anoman untuk menyelidiki keberadaan Dewi Sinta di Alengka dan peperangan Rama, Lesmana, serta bala tenatara melawan pasukan raksasa kerajaan Alengka yang dipimpin oleh Rawana. Peperangan yang berakhir dengan kekalahan Rawana, dan Dewi Sinta berhasil diboyong kembali ke Ayodya. Teks diakhiri dengan penobatan Gunawan Wibisana sebagai raja di Alengka.
Akhir penggubahan teks adalah hari Rabu Kliwon, tanggal 11 Ramelan, tahun Wawu, 1785.
- Teks berbentuk puisi: macapat
- Sprache
- Schrift
- Typ
- Anzahl der Bände
-
- 1
- Einband
-
- Bahan sampul: kulit binatang.
Ukuran sampul: 20 x 33 cm - Ketat.
- Bahan sampul: kulit binatang.
- ↳ Material
- ↳ Farbe
- ↳ Wasserzeichen
-
- Singa bermahkota membawa pedang menghadap ke samping dan seseorang membawa tongkat
berujung topi, berada dalam pagar, dan terdapat tulisan PROPATRIA.
Counter mark: IVD
- Singa bermahkota membawa pedang menghadap ke samping dan seseorang membawa tongkat
berujung topi, berada dalam pagar, dan terdapat tulisan PROPATRIA.
- Blattzahl
-
- xLii + 538 + xxxiv = 614 halaman
- Blattformat
-
- 18,5 x 32 cm
- Textspiegel
-
- 13,5 x 23,5 cm
- Zeilenzahl
-
- 20
- Spaltenzahl
-
- 1
- ↳ Tinte
- Einrichtung
- Projekt
- Signatur
-
- St.39
- Weitere Nummern
-
- Girardet 50535
- Anderer Nachweis: 0103/PP/73
- Bearbeiter:in
-
- S.R. Saktimulya
- Bearbeitungsstatus
-
- Ersteingabe komplett
- Statische URL
- https://www.qalamos.net/receive/ID9Book_manuscript_00000527
- MyCoRe ID
- ID9Book_manuscript_00000527 (XML-Ansicht)
- Export des Objektes
- Lizenz Metadaten
- CC0 1.0
- Anmerkungen zu diesem Datensatz senden
